Liburan memang menyenangkan, tapi tanpa disadari bisa meninggalkan “jejak” pada kulit. Paparan matahari, udara dingin dari AC, pola tidur yang berantakan, hingga kurangnya asupan cairan sering membuat kulit terasa lebih kering, kusam, dan kurang kenyal di awal tahun. Di kondisi ini, perawatan kulit tak cukup hanya sekadar melembapkan tetapi kulit juga membutuhkan hidrasi yang tepat.
Kenapa Kulit Kering & Kusam Setelah Liburan?

Setelah liburan, kondisi kulit sering kali terasa berbeda dari biasanya seperti lebih kering, tampak kusam, bahkan terasa kurang nyaman. Hal ini bukan tanpa sebab, karena selama liburan kulit cenderung terpapar berbagai faktor yang mengganggu keseimbangan alaminya.
Paparan sinar matahari dalam waktu lama dapat membuat kadar air di dalam kulit berkurang, sementara penggunaan AC terus-menerus, baik saat perjalanan maupun di penginapan, sehingga menyebabkan udara menjadi lebih kering dan menarik kelembapan dari kulit. Ditambah lagi dengan perubahan cuaca, kulit membutuhkan waktu untuk beradaptasi sehingga tampilannya pun bisa terlihat lebih lelah dan kehilangan glow alaminya.
Di sisi lain, pola tidur yang berantakan dan asupan cairan yang tidak tercukupi selama liburan turut memperparah kondisi kulit. Kurang tidur menghambat proses regenerasi kulit, sedangkan minimnya konsumsi air membuat kulit kekurangan hidrasi dari dalam. Kombinasi inilah yang akhirnya membuat kulit terasa kering, kusam, dan kurang segar saat liburan usai.
Tanda-Tanda Kulit Kekurangan Hidrasi vs Kelembapan
Kulit yang terasa kering setelah liburan bisa muncul dalam bentuk yang berbeda, tergantung apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh kulit. Karena itu, penting mengenali sinyalnya agar perawatan yang dipilih tidak keliru. Apakah kulit membutuhkan tambahan air di dalamnya, atau justru perlindungan untuk menahan kelembapan agar tidak mudah menguap?
Tanda kulit kekurangan hidrasi (dehydrated skin):
• Kulit terasa tertarik meski tidak terlihat bersisik
• Wajah tampak kusam dan kurang segar
• Garis halus terlihat lebih jelas
• Kulit terasa kurang kenyal saat disentuh
Tanda kulit kekurangan kelembapan (dry skin):
• Permukaan kulit terasa kasar dan tidak rata
• Muncul area kulit mengelupas
• Kulit mudah terasa perih atau tidak nyaman
• Makeup sulit menempel dengan baik
Apa Perbedaan Hydrating dan Moisturizing?
Hydrating dan moisturizing sering terdengar mirip, padahal keduanya memiliki peran yang berbeda dalam menjaga kondisi kulit. Hydrating berfokus pada peningkatan kadar air di dalam kulit, membantu kulit terasa lebih segar, kenyal, dan tampak sehat. Produk dengan fungsi ini bekerja dengan menarik dan mengikat air ke dalam lapisan kulit, sehingga sangat dibutuhkan ketika kulit terlihat kusam, terasa tertarik, atau kehilangan elastisitas.
Sementara itu, moisturizing berperan menjaga agar air yang sudah ada di dalam kulit tidak mudah menguap. Fungsinya lebih menitikberatkan pada perlindungan lapisan kulit agar tetap lembap dan nyaman sepanjang hari. Karena itulah, hydrating dan moisturizing bukanlah dua hal yang saling menggantikan, melainkan saling melengkapi. Kulit membutuhkan hidrasi untuk mengisi kandungan airnya, lalu kelembapan untuk mempertahankannya.
Kapan Kulit Membutuhkan Hydrating?

Kulit membutuhkan hydrating ketika kadar air di dalamnya mulai berkurang, meski secara tampilan belum tentu terlihat kering atau bersisik. Kondisi ini sering muncul setelah kulit terpapar sinar matahari, udara kering dari AC, atau kurangnya asupan cairan. Tanda yang paling umum terasa adalah kulit menjadi ketarik, tampak kusam, dan kehilangan kekenyalannya, sehingga wajah terlihat kurang segar meski sudah menggunakan skincare rutin.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, kulit membutuhkan produk dengan kandungan hydrating yang mampu menarik dan menahan air di dalam lapisan kulit. Bahan seperti dikenal efektif membantu menjaga kadar air karena kemampuannya mengikat air dalam jumlah besar. Selain itu, kandungan lain seperti glycerin, panthenol, dan aloe vera juga berperan membantu menjaga hidrasi agar kulit terasa lebih lembap, kenyal, dan terlihat lebih sehat sepanjang hari.
Kapan Kulit Membutuhkan Moisturizing?

Kulit membutuhkan moisturizing ketika lapisan pelindung alaminya tidak mampu menahan kelembapan dengan baik. Berbeda dengan kulit dehidrasi yang kekurangan air, kulit kering umumnya disebabkan oleh minimnya minyak alami sehingga permukaannya terasa kasar, mudah mengelupas, dan terasa tidak nyaman. Pada kondisi ini, menambahkan hidrasi saja tidak cukup jika tidak diikuti dengan perlindungan yang mampu menjaga kelembapan tetap bertahan di dalam kulit.
Di sinilah peran moisturizer menjadi penting. Moisturizer membantu memperkuat skin barrier, sehingga air yang sudah ada di dalam kulit tidak mudah menguap dan kulit terlindungi dari faktor eksternal seperti udara kering dan perubahan cuaca. Dengan skin barrier yang terjaga, kulit akan terasa lebih lembut, nyaman, dan tampak sehat dalam jangka panjang, terutama setelah melalui masa liburan yang cukup menguras kelembapan alami kulit.
Setelah mengenali perbedaan hydrating dan moisturizing serta memahami kebutuhan kulit di awal tahun, saatnya memilih perawatan yang tepat untuk mengembalikan kelembapan kulit secara optimal. Safi Hydra Glow Hydrating Water Bank Serum hadir sebagai solusi hidrasi intensif dengan Hydra Active Technology (HA3) yang membantu menutrisi kulit hingga ke lapisan terdalam. Diperkaya Hyaluronic Acid, Vitamin B5, dan Fermented Rice Extract, serum ini bekerja menghidrasi kulit secara menyeluruh, membuat kulit terasa lebih kenyal, segar, dan tampak bercahaya.
Jadikan langkah hidrasi sebagai awal rutinitas skincare-mu di tahun ini, dan bantu kulit kembali sehat setelah liburan dengan Safi Hydra Glow Hydrating Water Bank Serum!

